Dinasti Kekuasaan

The Jacket and The Hat

The Jacket and The Hat

Ruang publik gegap gempita dengan isu Dinasti Kekuasaan. Sang istri, sang anak, dan menantu, ingin mengail di air kekuasaan sang ayah atau mertua.

Tidak aneh. Di hampir seluruh wilayah nusantara, fenomena ini muncul. Ketika salah seorang anggota keluarga mencapai puncak, keluarga terdepanpun ingin duduk di puncak yang sama, atau minimal satu atau dua anak tangga di bawahnya, dan dengan harapan pada satu waktu melompat ke puncak tangga tersebut.

Komentar ini – yang tentu saja miring, tanpa disadari, telah membuat para pembaca media sosial jenuh – kalau tidak jengah, terhadap segala komentar itu. Bukan pada pribadi penulisnya, tapi pada sikap “apatis” para penulis itu. Mungkin mereka menulis karena jengkel, tapi harus diakui, tidak banyak yang memiliki referensi. Marah, tapi mentok pada komentar-komentar itu saja. Letupan “perlawanan” sudah cenderung menjadi kerewelan.

Komentar di facebook, twitter dan blog menegaskan hal itu. Apa hebatnya? Selain menjadi ajang narsisme dan ajang informasi yang lebih sering tidak utuh, juga menegaskan tentang ujung “perlawanan” itu. Cukup sampai di situ. Hanya sampai di situ.

(Bersambung)

Tagged , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: